- Home »
- Amplifier
// Unknown
// On-Kamis, 03 Mei 2012
Penguat (bahasa Inggris: Amplifier) adalah komponen elektronika yangdipakai untuk menguatkan daya (atau tenaga secara umum). Dalam bidang audio,amplifier akan menguatkan signal suara (yang telah dinyatakan dalam bentuk aruslistrik) pada bagian inputnya menjadi arus listrik yang lebih kuat di bagianoutputnya. Besarnya penguatan ini sering dikenal dengan istilah gain. Nilaidari gain yang dinyatakan sebagai fungsi frekuensi disebut sebagai fungsitransfer.
Power
amplifier bertugas sebagai penguatakhir dari preamplifier menuju ke driver
speaker. Amplifier pada umumnyaterbagi menjadi dua yaitu Power Amplifier dan
Integrated Amplifier. PowerAmplifier adalah penguat akhir yang tidak disertai
dengan tone control (volume,bas, treble), sebaliknya integrated amplifier
adalah penguat akhir yang telahdisertai dengan tone control.
Struktur dari power Amplifier ini
biasanya terdiri dari:
- Heat Sink (casing) Fungsi dari Heat Sink ini adalah
untuk menyerap dan membuang panas yang dihasilkan oleh transistor.Bahan
pembuat dari heat sink ini umumnya adalah aluminium cor atau kadang2
digunakan pula tembaga.
- DC Connector Terminals section.Pada sebagian besar Amplifier terdapat
beberapa terminal untuk menyambung power input yaitu DC + konstan langsung
dari terminal + ( positive dari Accu),Ground or Negative (-) yang biasanya
disambungkan dengan chassis mobil.Remote turn on/off berfungsi sebagai
kabel kontrol untuk mematikan dan menyalakan power, yang dikontrol dari
Head Unit.
- RCA or High Level terminal Input.Fungsi dari terminal ini adalah
sebagai penghantar sinyal audio dari Head Unit ke Amplifier. Biasanya
melalui kabel interconnect atau RCA.Kualitas dari kabel ini sangat
penting, karena kabel yang baik dapat menghantarkan sinyal suara dengan
baik, sebaliknya kabel yang kurang baik akan merusak suara juga.High Input
speaker terminal dipergunakan apabila tidak terdapat output RCA (low level
) pada HU anda.Ada pula terminal khusus seperti pada product satu merk
amplifiers yang memakai connector Symbilink, untuk memudahkan kita dalam
menyetel power tersebut dengan memakai PC or notebook.
- Speaker Output Connector.Terminal ini adalah sebagai terminal
keluarnya sinyal yang telah diperkuat.Biasanya terdiri dari terminal
dengan tanda plus+ dan minus-.Ada pula petunjuk khusus untuk membuat power
bekerja dengan kondisi mono (bridged).
- Crossover section.Banyak power amplifier dewasa ini telah
diperlengkapi dengan crossover aktif.Jadi amp tersebut dapat dipergunakan
denagn beberapa konfigurasi, untuk amplifier subwoofer (LPF) ,full range (filter/tapis
tidak dipergunakan) dan untuk midbass (HPF).
- Gain sectionFungsi dari gain tersebut adalah mengatur agar sinyal yang
masuk sesuai dengan input sensitivity dari Power Amplifier
tersebut.Biasanya range sensitivity dari power amp sewasa ini adalah dari
2 -5 volts.Biasa disebut juga dengan Output sensitivity.
- FuseAmplifier yang baik harus diperlengkapi dengan sekring, sekring
ini dapat berupa AGU fuse, atau bentuk sekring lainnya.Ampere
sekring disesuaikan dengan daya max yang dapat dikeluarkan.Setelah
mengenal struktur luar dari Amp, kita beralih ke isi dari alat ini berikut
sistem kerjanya.
Sekarang kita masuk ke
klasifikasi / perbedaan dari power amplifier outputstage menurut kelasnya :
1. Class AB, A, B
Amp kelas ini memakai sedikitnya
1 transistor per rail per channel.Amp 2channel akan memakai sedikitnya 4 output
transistor, tapi dapat juga ditambahjumlahnya supaya terdapat peningkatan
signifikan pada dayanya.Dua transistorpada 1 channel akan bekerja on dan
off,mengirim nilai variabel dari voltagesinyal + dan - ke speaker output
terminal +.Terminal - dari speaker terminaltersambung pada ground.Kapan dan
berapa sering transistor menyala akanmenentukan kelas dari amp tersebut apakah
kelas A, AB atau B.Transistor powerkelas A selalu menyala oleh arus yang
mengalir, suara memang lebih baikdibanding kelas AB atau B, tapi akan lebih
cepat menjadi panas ,karena tidakefisien. Banyak energi yang terbuang karena
berubah menjadi panas.Class B:hanya 1 dari transistor tersebut yang menyala
dalam satu waktu.Class B efisien,hanya mungkin suara nya agak kurang bila
dibanding dengan Class A danAB.Penjelasan ini menerangkan mengapa lebih banyak
dipakai kelas AB di caraudio, efisien dan bersuara cukup baik.
2. Class G
Cara kerja power ini mirip dengan
kelas AB, hanya ada suatu cara yangmembuat amp ini menjadi lebih efisien, Amp
ini mempunyai lebih dari 1 rail +dan - yang satu lebih tinggi nilainya. Ada
merk tertentu yang memakai + dan -sebesar 25 volt untuk level rendah. Dan bila
tidak diperlukan, amp ini bekerjahanya pada 25 V, tapi seiring dengan
bertambahnya signal level,amp ini denganlembut berpindah pada rail yang lebih
tinggi misal 50 volts.Kesimpulannya,suara dari amp kelas G ini sama baiknya
dengan class AB tapi jauh lebihefisien.
3. Class D
Amp pada kelas ini tidak
menggunakan alat output secara analog untukmerubah voltage naik atau turun. Amp
ini menggunakan Mosfet ,yang sepertitransistor,tapi bedanya memakai siklus on
dan off nya yang sangat cepat,dibanding dengan pada kelas AB yang merubah naik
atau turun. Siklus seberapasering on versus off akan menentukan berapa besar
output dari power ini.Biasapower Class D ini ditujukan sebagai power untuk
Subwoofer.Kita ibaratkanseperti saklar on/off untuk menyalakan lampu (D)dan
saklar dimmer untukmeredupkan lampu(AB).Amplifier Class D sangat efisien tetapi
sangat terbatasuntuk frequency response nya, serta tingkat distorsinya lebih
besar dari kelasAB.
4. Vacuum Tube Amps.
(Amplifier tabung)Power Amplifier
ini menggunakan pendahulu dari transistor,yaitu tabung hampa, udara dengan katoda
dan anoda yang berfungsi mengalirkanelektron.Cara kerjanya adalah dengan
memakai transformator dengan memasukkantegangan tinggi dan kemudian dirubah
kembali menjadi tegangan rendah denganarus yang dapat menggerakkan speaker.Tapi
banyak menjadi perdebatan karenabanyak audiophile yang berpendapat bahwa power
ini suaranya lebih baik daripower transistor.
Tahap berikutnya adalah cara
membaca spesifikasi dari power, dan penentuanjumlah channel yang paling sesuai
dengan keperluan OS mania.Power Amplifierdibuat dengan berbagai jumlah channel,
2 channel stereo, 4 channel, 5 dan 6channel ( 4 channel identik dan 1-2 channel
dengan watt lebih besar untuksubwoofer), 5 channel dengan daya yang identik
bisanya ditujukan untukpemakaian sistem car theatre 5.1, channel ke 5 ditujukan
untuk center channel,dan power monoblock class D.
Spesifikasi biasanya disertakan
dalam spec sheet, sederhananya adalah daya(watts), pilihlah daya yang sesuai
dengan power handling dari speakeranda.Sebaiknya sesuaikan watt power agar
tidak terjadi underpowered atauoverpowered.Pilih juga karakteristik suara yang
sesuai dengan keperluan sistemanda, apakah Sound Quality (SQ), Sound Pressure
Level(SPL) atau CarTheatre.Bandingkan juga nilai2 Frequency response, yang
biasa nilai deviasi nyatidak lebih dari + atau - 0,2 dB pada rentang frequency
20 Hz - 20Khz.Perhatikan juga Total Harmonic distorsion (THD+N) A-weighted,
parameter inimenunjukkan tingkat distorsi yang terjadi pada output 10 watt atau
1milliwatt.Selanjutnya adalah S/N ( Signal to Noise ) ratio, adalah
parameteryang menunjukkan tingkat perbandingan antara signal yang diinginkan(
signalmusic ) terhadap noise.Carilah nilai persentase terkecil untuk THD dan
nilaiterbesar untuk S/N ratio.Carilah power yang damping factornya >100
dB,stereo separation dengan nilai tertinggi, dan juga coba apakah terjadi
turnon/off click yang biasanya sangat mengganggu.Bila anda menghendaki
pemakaianactive cross over, atau bila HU anda tidak mempunyai fungsi tersebut,
carilahpower amplifier yang nilai x'overnya variable,lebih baik bila dilengkapi
puladengan phase controller serta saklar pemilih HPF,Full range dan LPF.
Sirkuit
pengaman /Protection circuitryjuga elemen yang penting dalam memilih power,
power yang baik harusdiperlengkapi dengan short circuit protection,dan juga
thermal dan overloadprotection